Resume Artikel Ilmiah “The Effects of The Blended Project-Based Literacy that Integrates School Literacy Movement Strengthening Character Education Learning Model on Metacognitive Skills, Critical Thinking, and Opinion Expression”

 


Artikel ini membahas pengaruh model pembelajaran literasi berbasis proyek terpadu (Li-Pro-GP) yang mengintegrasikan Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) terhadap keterampilan metakognitif, berpikir kritis, dan kemampuan mengekspresikan pendapat siswa. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 23 Malang dengan menggunakan desain eksperimen post-test. Peserta penelitian adalah siswa kelas VII, yang dipilih berdasarkan metode saturasi, yang melibatkan seluruh populasi siswa yang terdiri dari 30 siswa. Model pembelajaran Li-Pro-GP diterapkan dengan metode blended learning, yang mengombinasikan pembelajaran online dan offline secara bergantian untuk mengakomodasi kebutuhan pembelajaran selama pandemi COVID-19.

Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur keterampilan siswa meliputi tes esai untuk menilai kemampuan berpikir kritis, Metacognition Awareness Inventory (MAI) untuk mengukur keterampilan metakognitif, serta kuesioner observasi yang divalidasi oleh para ahli untuk menilai kemampuan mengekspresikan pendapat. Tes esai terdiri dari lima pertanyaan yang dikembangkan dan divalidasi oleh para ahli materi dan penilaian, sementara MAI terdiri dari 40 item, dengan 37 item dinyatakan valid setelah uji validitas. Kuesioner observasi dilakukan selama proses pembelajaran untuk mengevaluasi ekspresi pendapat siswa, yang juga dinilai dari rekaman video kelas.

Hasil analisis jalur yang dilakukan dengan perangkat lunak SmartPLS menunjukkan bahwa model pembelajaran Li-Pro-GP memberikan pengaruh yang signifikan terhadap ketiga variabel yang diteliti. Pengaruh model pembelajaran ini terhadap keterampilan berpikir kritis siswa mencapai 88,2%, terhadap keterampilan metakognitif sebesar 80,7%, dan terhadap kemampuan mengekspresikan pendapat sebesar 90,2%. Data ini menunjukkan bahwa integrasi GLS dan PPK dalam model pembelajaran Li-Pro-GP mampu memperkuat keterampilan kognitif dan afektif siswa, yang sangat diperlukan dalam konteks pembelajaran abad ke-21.

Peningkatan keterampilan berpikir kritis melalui model Li-Pro-GP disebabkan oleh kombinasi pembelajaran literasi dan literasi ilmiah yang mendorong siswa untuk berpikir lebih analitis dan kritis. Pembelajaran berbasis proyek yang diterapkan dalam model ini juga memungkinkan siswa untuk lebih mandiri dalam belajar, melibatkan mereka dalam aktivitas penyelidikan dan pemecahan masalah, yang pada akhirnya membantu mengembangkan kemampuan analisis dan evaluasi kritis mereka.

Selain itu, keterampilan metakognitif siswa juga mengalami peningkatan signifikan melalui penerapan model Li-Pro-GP. Proyek pembelajaran mendorong siswa untuk mengatur dan mengendalikan proses belajar mereka sendiri, meningkatkan pemahaman mereka tentang strategi penyelesaian masalah, dan mendorong refleksi yang mendalam terhadap proses berpikir mereka. Integrasi pendidikan karakter dalam pembelajaran ini juga berkontribusi terhadap peningkatan keterampilan metakognitif, karena siswa didorong untuk lebih bertanggung jawab dan reflektif dalam pembelajaran mereka.

Kemampuan mengekspresikan pendapat siswa juga menunjukkan peningkatan yang signifikan. Model pembelajaran Li-Pro-GP yang berbasis proyek menuntut siswa untuk aktif dalam setiap kesempatan belajar, yang mendorong mereka untuk lebih berani menyampaikan pendapat dan berpartisipasi dalam diskusi kelas. Selain itu, literasi yang dikembangkan melalui GLS melibatkan siswa dalam berbagai aktivitas membaca, menulis, dan berbicara, yang secara langsung meningkatkan kemampuan mereka dalam mengekspresikan ide dan pendapat mereka.

Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan model pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis, metakognitif, dan kemampuan mengekspresikan pendapat siswa. Dengan demikian, Li-Pro-GP dapat menjadi model pembelajaran yang relevan dan efektif untuk diterapkan dalam konteks pendidikan yang lebih luas. Rekomendasi dari penelitian ini adalah agar guru dapat menerapkan model pembelajaran Li-Pro-GP pada berbagai materi pembelajaran lainnya dan untuk mengembangkan penelitian lebih lanjut yang melibatkan populasi siswa yang lebih besar. Selain itu, penelitian ini juga menekankan pentingnya pengintegrasian pendidikan karakter dalam proses pembelajaran untuk membentuk siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang baik dan siap menghadapi tantangan di masa depan.

Tugas PKKMB : ALDIANO DAFI PRATAMA

Komentar